Tambal sulam diari umum
Rajut teks akar pilu
Makna malu lacur ke hulu
Superior meraba paksa mangsa.
Buncit terpejam dibawah purnama kecil
tanpa selimut
di depan layar-layar kaca. zzzzz :)
gejala lelah berundak-undak,
selimut manja hangat karam.
terbalik bidik licik flamboyan 3 titik.
—————————————————————————————-
lampu kuning hati, lampu kuning gairah laju
—————————————————————————————-
terimakasih untuk langit yang pilu
terimakasih kuda awan yang mengantarkan kematianku
sorban pucat di batas suci.
telah hilang tuhan perawan
tawar menawar harga diri
seharusnya jangan ragu, hanya pejam.
nabi-nabi menawarkan sejumlah gengsi adab.
miris minor nada iris
satu persatu halaman tuntas
bubuk tulang berwajah garang
meja perjudian masih memilihku sebagai aktor As keriting
berwajah ria dan luka
permaisuriku, tunggu sebentar lagi
perahu kacanya janji tiba sore ini…